Facebook Offsite Event

Sukses Berinvestasi Bersama
Social Trading

Trend baru
Memasuki Pasar finansial

Bagaimana
Social Trading Bekerja

Keuntungan
Social Trading

Langkah Mudah Mendapatkan
Profit dari Social Trading

Case Study

  • Introduction
  • Trend Baru Memasuki Pasar Finansial
  • Bagaimana Social Trading Bekerja
  • Keuntungan Social Trading
  • Langkah Mudah Mendapatkan Profit dari Social Trading
  • Case Study

Introduction

Ingin meningkatkan nilai aset finansial ataupun ingin mendapatkan penghasilan tambahan?

Bingung mencari peluang usaha ataupun peluang investasi yang menguntungkan?

Tidak tahu dari mana harus memulainya dan bagaimana cara melakukannya?

Nah, jika anda termasuk salah satu diantaranya maka anda harus mencoba yang satu ini!

Trend baru : Investasi Social Trading

Social trading saat ini tengah menjadi trend di sektor finansial. Baik di benua Amerika, Eropa dan Asia, tercatat jutaan orang telah terjun kedalam social trading ini. Tidak ketinggalan di Indonesia!

Seperti apa social trading itu?

Social trading memungkinkan anda bisa melihat langsung dan meniru apa yang dilakukan oleh para top profesional di bidang investasi.

Layaknya sebuah media social seperti Facebook, anda bisa mengetahui apa yang dilakukan oleh teman-teman anda melalui update status yang mereka tulis.

Melalui social trading, siapapun bisa melakukan transaksi pasar keuangan dengan hasil yang optimal layaknya seorang professional yang berpengalaman!

Masih tidak percaya? Mari kita bandingkan!

Perbandingan antara social trade dengan instrument pasar finansial lainnya

Berbicara mengenai bagaimana kita bisa mendapatkan hasil yang optimal melalui finansial, tentunya kebanyakan orang akan berpikir bagaimana bisa melakukannya dengan cara paling gampang tanpa perlu ribet dan menghabiskan banyak waktu.

Saat ini memang ada banyak pilihan instrument finansial yang bisa didapatkan, namun perlu garis bawahi tidak semuanya bisa dilakukan dengan mudah, singkat dan menjamin anda terbebas dari resiko besar yang mengikutinya.

Berikut perbandingannya:
  • Deposito
  • Deposito memang menjadi pilihan pengembangan aset finansial yang sangat menarik. Selain aman, resiko yang tergolong kecil membuatnya menjadi pilihan instrument investasi yang banyak diminati. Namun dengan bunga sebesar 5% dan tingginya tingkat inflasi hingga mencapai 9% pertahunnya maka anda hanya akan mengalami kerugian.

  • Jual - Beli Saham
  • Tidak bisa dikesampingkan, pasar saham memang menjanjikan keuntungan yang tinggi bagi investor didalamnya. Anda bisa mendapatkan keuntungan deviden, capital gain dan berbagai bonus saham lainnya, namun dengan tingkat kerumitan yang cukup tinggi, termasuk modal dan resiko besar yang membayangi. Dapat dikatakan tidak semua orang bisa bisa sukses didalamnya, terkecuali bagi mereka benar benar ahli dalam menentukan sikap pada jenis instrument yang paling berpotensial kedepannya.

  • Reksadana
  • Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi (hedge fund manager). Meskipun reksadana ini dinilai bagus, tapi kita tidak pernah tau kemana dana kita di investasikan (tidak transparan) dan kita tidak dapat menarik dana kita sewaktu-waktu

  • Social Trading
  • Bebeda dengan ke empat hal diatas, berbekal panduan dari para profesional terbaik yang telah berpengalaman bertahun-tahun dan konsisten menghasilkan profit, social trade memberikan anda akses untuk bisa “mencontek” apa yang mereka lakukan di pasar finansial. Manfaat selanjutnya adalah kendali terhadap dana tetap di tangan anda sehingga anda tetap bisa memutuskan kapan berinvestasi ataupun menarik dana anda sewaktu-waktu

    Dengan sistem yang terbuka, teknologi terbaik serta modal yang relatif terjangkau social trading mengajak siapapun anda, tidak terkecuali para pemula yang baru terjun ke pasar finansial untuk bisa turut menikmati keuntungan dan sukses bersama dengan para ahli pasar keuangan yang lebih berpengalaman.

    Dengan kata lain social trading membuka peluang luas bagi mereka yang tertarik pada pasar finansial, namun dengan tingkat pemahaman yang lebih simple dan resiko yang tergolong kecil tentunya.

Bagaimana social trading bekerja

Anda pastinya mengenal Bob Sadino bukan? Seorang pebisnis dan investor ulung Indonesia yang terkenal akan ide - ide nyelenehnya. Bayangkan jika anda bisa mengikuti dan melakukan transaksi pasar keuangan tepat seperti apa yang dilakukan oleh Bob Sadino? Sudah terbayang bukan berapa banyak keuntungan yang akan anda dapatkan? Dengan adanya social trade kini anda bisa menemukan ribuan Bob Sadino yang bisa anda tiru tanpa harus melewati proses yang rumit. Social Trading di Indonesia

Di Indonesia, trend Social Trading diusung oleh salah satu perusahaan investasi berpengalaman yaitu PT. Askap Futures.

Melalui salah satu program Social Trading yang diberi nama Askap Social para pemula di bidang pasar finansial diharapkan dapat turut menikmati trend investasi yang tengah menjadi pembicaraan hangat di dunia.

Di dalam Askap Social, anda dapat meniru investasi apa yang sedang dilakukan oleh para investor yang telah sukses dengan keuntungan tinggi.

 
Contoh baru-baru ini adalah Reza Pahlevi. Beliau yang menjabat sebagai Business Director di Allianz Life Indonesia meraup keuntungan sebesar US$ 6.476,9 (Rp 64 juta dengan kurs Rp 10 ribu / US$ 1) dalam tempo 45 hari, dengan Return on Investment (ROI) mencapai 232,75%.
Sementara Fahmi Nugroho adalah yang melakukan mengikuti Reza Pahlevi melalui Social Trading. Selama 1 bulan melakukan copy trade ke Reza Pahlevi dengan penyesuain porsi modal yang lebih kecil, Fahmi Nugroho turut berhasil mengantongi profit kurang lebih $900 atau sekitar 9 juta rupiah.

*turut diliput oleh :

Bayangkan jika anda bisa meniru dan sekaligus mendapatkan keuntungan yang sama dengan beliau. Dan inilah kekuatan social trading!

Lalu apa saja keuntungan dari Social Trading itu?

Keuntungan social trading

Lalu apa sih keuntungan dari Social Trading ini? Kenapa Social Trading ini bisa menjadi sangat populer di dunia?

Berikut adalah alasan kenapa anda harus mencoba trend investasi Social Trading ini :
  • Modal lebih terjangkau

    Berapa modal yang dibutuhkan untuk investasi property? Tentunya ratusan juta. Berapa modal yang dibutuhkan untuk membuka bisnis waralaba? Minimal ratusan juta juga bila anda ingin menyewa ruko untuk membuka gerai. Bagaimana dengan deposito? Anda perlu mendepositokan uang anda setidaknya ratusan juta bila ingin mendapatkan hasil bunga yang signifikan.

    Lalu kalau di social trading? Anda hanya perlu minimal 5 juta untuk bisa menikmati investasi di social trading. Meskipun yang sebenarnya disarankan adalah sebesar 20 juta, setidaknya social trading ini adalah jenis investasi yang lebih terjangkau.

  • Lebih cocok untuk pemula
  • Tidak perlu pengalaman bertahun-tahun untuk sukses di investasi. Dengan social trading, anda bisa langsung menikmati kesuksesan seperti yang telah dirasakan oleh para profesional di bidang ini. Anda bisa meniru investasi yang dilakukan oleh para “Bob Sadino” yang berpengalaman.

  • Proses Belajar Berinvestasi Lebih Cepat
  • Dengan mengamati apa yang para profesional investasi lakukan, tentunya anda bisa belajar lebih cepat seperti layaknya anda mempunyai guru private sendiri.

  • Resiko Kerugian Lebih Kecil
  • Bagaimana tidak? Para profesional ini mencetak keuntungan pertahun secara konsisten. Dan anda bisa menirunya secara langsung!

  • Kebebasan Waktu

    Tidak layaknya sebuah bisnis yang anda harus secara terus menerus mengawasinya, social trading memberikan keleluasaan yang lebih bagi para pelakunya. Anda tinggal "connect" dan secara otomatis dana investasi anda akan mengikuti salah satu profesional yang anda pilih. Anda bisa tetap melakukan aktfitas sehari-sehari.

Begitu mudahnya untuk mendapatkan keuntungan? Memang iya. Sekarang anda bisa mengalokasikan dana investasi anda dengan aman, pasti, cepat, adil, transparan, dan sudah pasti legal.

Ada yang simple kenapa mesti pilih jenis investasi yang repot.

Mau tahu cara join Social Trading?

Langkah Mudah Mendapatkan Profit dari Social Trading

   

Tertarik untuk merasakan Social Trading / Copy Trade para profesional di pasar keuangan?

Anda bisa mencobanya melalui Askap Social, satu-satunya social trading yang ada di Indonesia!

 

Silahkan ikuti langkah mudah berikut ini:

 
  • Isi data registrasi disini.
  • Register
  • Open Real Account
    • Klik menu Open an Account » Real Account
    • Apabila Anda sudah memiliki ID Username dan Password, silahkan login pada kolom login dengan menggunakan Username dan Password pada saat Register, kemudian klik “Login”.
    • Klik “Open Real Account”.
    • open account
    • Isi form pengajuan Open Real Account (cukup isi yang bertanda bintang saja.)
    • Baca Statement dan Agreement lalu klik ceklist pada setiap box-nya dan submit.
    • Upload ID Card (KTP/SIM/Paspor).
    • Wakil Pialang akan melakukan verifikasi data, setelah itu Anda akan segera mendapatkan Login ID dan Password Social Trade dan Metatrader.
  •  
  • Masuk pada platformnya di trade.askapsocial.com (untuk saat pertama mengakses platform ini akan sedikit membutuhkan waktu karena penyesuaian cookies, namun berikutnya akan lebih cepat)
  •  
  • Masukan Real Account yang tadi sudah dibuat.
  •  
  • Pilih Join community.
  •  
  • Isi Nickname anda, checklist pada bagian agreement dan join.
  •  
  • Pilih deretan Top Trader yang akan anda ikuti di bagian menu sebelah kanan.
    Selamat Bergabung!!    

Tips Aman Social Trading

Prioritas kami adalah menjaga keamanan dan kenyamanan anda selama dalam bertrading. Berikut tips aman di social trading:
  • Pelajari dan perhatikan lagi account profesional trader yang akan Anda pilih. Resiko bisa berbeda antar profesional trader. Sesuaikan strategi investasi mereka dengan strategi investasi anda.
  • Lihat konsistensi performa tiap profesional trader. Mana yang anda pilih: trader dengan profit kecil namun konsisten atau trader yang profit besar namun hanya pada saat tertentu saja?
  • Jika ditengah jalan profesional trader pilihan anda sudah tidak sesuai dengan harapan, anda bisa memutuskan hubungan kapan saja.
  • Perhatikan modal anda. Jika anda memiliki modal yang lebih kecil dari profesional trader yang anda ikuti, kami sarankan untuk berhati-hati karena bisa jadi modal anda tidak mencukupi untuk mengikuti segala investasi yang dilakukan oleh sang profesional trader.

Case Study

John (nama samaran) adalah seorang pengguna Social Trading sejak pertama kali Askap meluncurkan fitur perdana ini di Indonesia.

John adalah trader pemula (newbie) yang giat menelusuri seluk-beluk trading, mengaku ilmu tradingnya dibawah standard, loss sudah menjadi makanannya sehari-hari. Dari mencari “holy grail” hingga robot trading (EA) sudah diterapkannya. Namun semangatnya membawa dia menemukan cara baru bertrading dengan Social Trading.

Pertama kali mencoba Social Trading, John merasa bingung dengan banyaknya pilihan mulai dari trader biasa sampai Top Trader yang juga sudah beralih memakai Social Trading. Sesudah mencari tahu dan memahami keuntungan dan tips aman di Social Trading apa yang John lakukan?

Dengan dana awal $2000, saya harus teliti mengenal gaya dan strategy trading Top Trader yang mau saya copy. Ada yang memakai sistem hedging (locking), intraday trading, sampai long term style. Tapi saya memilih mereka (Top Trader) yang satu jalan dengan gaya investasi saya yang konservatif, untuk menjaga dana pribadi saya.

Dengan sistem COPY TRADE dimana John bisa mencopy posisi trader yang dipilihnya, dia pun masih bisa belajar tentang pengetahuan trading (trading style, strategy trading, serta analisanya) disamping mendapatkan profit jika si trader pilihannya profit. John pun bebas mencopy sebanyak-banyaknya trader.

“Secara pribadi, saya tidak terlalu banyak mencopy Top Trader, hanya sekitar 1 atau 2 orang saja. Saya memilih mereka yang saya nilai fokus pada pasangan mata uang tertentu. Penilaian saya lebih kepada: open posisi per hari, durasi posisi, dan risk persentage (resiko persentasi) dari OP yang dibuat.”

Bisakah John melakukan cut manual posisi? dan kapan waktu yang tepat untuk itu?

“Biarpun dengan kata lain saya “bergantung” pada trader yang saya pilih, tapi kendali account trading pribadi tetap ditangan saya. Saya bisa memutuskan hubungan/tidak mencopy trader lain kapan pun itu karena tidak ada keterikatan kontrak. Ini saya lakukan jika trader tersebut sudah tidak menunjukan performa trading yang baik lagi. Dan sebaliknya, jika trader tersebut konsisten, saya bisa menggandakan pontensi profit dengan menaikkan jumlah lot.”

Jika John mengalami loss?

“Tentu kita harus siap memperkirakan berapa besar loss yang mungkin terjadi. Seperti: dengan modal awal $2000, saya mematok kerugian maksimum sebesar $100 per hari untuk satu trader yang saya ikuti. Jika ketiga trader yang saya ikuti semuanya loss, saya kehilangan 15% dari uang saya, yang esoknya bisa saya perjuangkan kembali. Tidak terlalu berat kalau anda sudah mempunyai perkiraan kerugian.”

John cukup melakukan analisa trader dari statistik yang disediakan pada jaringan Social Trading yang bisa membantunya memilih Top Trader yang cocok untuk John mengembangkan portfolio tradingnya.